Blog Dokter Sobri
Diagnosis edema paru non kardiogenik dan ARDS
Acute respiratory distress syndrome
(ARDS) ditandai dengan adanya edema paru nonkardiak,
hipoksemia, inflamasi paru, dan penurunan compliance paru. Tidak ada baku emas diagnostik pada
ARDS. Pada tahun 1988, disusun kriteria untuk mendefinisikan
ARDS yang terdiri
dari 3 aspek yaitu 1) menentukan apakah penyakit bersifat akut atau kronik, 2) menentukan apakah terdapat risiko terkait atau kondisi medis lain, 3) menilai
keparahan dari disfungsi pulmoner (Lung Injury
Score) yang berdasar pada hipoksemia, kadar PEEP yang dibutuhkan, compliance sistem
respirasi, dan derajat abnormalitas
temuan radiologis. Dari penilaian tersebut hasil >2,5
digunakan untuk mendiagnosis ARDS. Pada
tahun 1994, American and European Consensus Conference (AECC) mempublikasikan definisi ARDS yaitu suatu sindrom dengan awitan akut, opasitas bilateral pada radiografi toraks yang konsisten dengan edema paru,
tekanan oklusi arteri
pulmonalis < 18 mmHg (atau tidak adanya bukti klinis hipertensi atrial), dan hipoksemia yang
dinilai sebagai rasio PO2/FiO2 (gambar 1). Berdasarkan konsensus tersebut, nilai PO2/FiO2 <
300 didefinisikan sebagai acute lung injury (ALI) dan nilai <200 merupakan diagnosis ARDS
Regards
Blog Dokter Sobri
No comments:
Post a Comment
# Silahkan berkomentar, bertanya dan kritik dengan sopan
# Disini anda boleh menyisipkan Link di kolom komentar
# Tetapi akan saya moderasi atau Review terlebih dahulu tiap komentar
# Jangan sampai komentar anda mengandung SPAM.
# Terima Kasih